“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur : 32)

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali..." (QS. An-Nisaa : 1)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu : harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu."
(Muttafaq Alaihi)

Taaruf Dengan Mantan Pacar

Taaruf
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Taaruf artinya adalah saling mengenal atau berkenalan, baik itu berkenalan dalam artian luas ataupun dalam maksud khusus, yaitu taaruf menuju pernikahan. Ada dua metode dalam aktivitas ini, yaitu metode taaruf yang tak islami (masyarakat terbiasa menyebutnya "pacaran") dan metode taaruf yang islami (biasa disebut "taaruf" saja)

Banyak rekan yang mendapatkan hidayah sehingga berani memutus pacarnya dan memilih jalan taaruf. Namun, ada juga yang masih berpacaran karena terlanjur cinta dengan pacarnya. Padahal, memutuskan hubungan pacaran bukan berarti harus taaruf dengan orang yang berbeda. Bisa saja taaruf dijalani dengan si (mantan) pacar, tentunya dengan metode sesuai tuntunan Islam. Berikut ini langkah yang bisa anda jalani untuk hijrah dari pacaran ke taaruf : 

1. Ajak (mantan) pacar bertobat atas aktivitas pacaran yang telah dijalani, perbanyak istighfar, menyesali dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi, selanjutnya hijrahlah ke proses taaruf. Apabila saat pacaran sering menampilkan kemesraan baik di dunia nyata maupun di dunia maya; setelah hijrah dan menjalani taaruf rahasiakanlah proses yang dijalani dan baru dipublikasikan saat menyebar undangan pernikahan nanti.

2. Apabila saat pacaran sering berkomunikasi, terbiasa dengan panggilan sayang-sayangan dan mengumbar perhatian; setelah hijrah dan menjalani taaruf berkomunikasilah seperlunya saja, tidak ada panggilan sayang-sayangan maupun ungkapan perhatian. Lebih aman bila komunikasi diperantarai pihak ketiga agar tidak tergoda ke aktivitas pacaran lagi.

3. Apabila saat pacaran sering berduaan : jalan berduaan, makan berduaan, nonton berduaan, boncengan motor berduaan, satu mobil berduaan, dan aktivitas berduaan lainnya; setelah hijrah dan menjalani taaruf tidak ada aktivitas berduaan di sepanjang prosesnya, ada yang mendampingi dari pihak keluarga maupun rekan terdekat lainnya.

Bila kelak anda berdua telah disatukan dalam ikatan halal pernikahan, bolehlah anda berkomunikasi dengan semesra-mesranya panggilan, dan sedekat-dekatnya hubungan.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Founder & Admin RumahTaaruf.com
Instagram : @MaswahyuST

Pencarian Profil Anggota Taaruf

Gunakan fasilitas ini untuk mencari biodata singkat anggota taaruf dengan kata kunci sesuai kriteria.

Artikel