“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur : 32)

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali..." (QS. An-Nisaa : 1)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu : harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu."
(Muttafaq Alaihi)

Pernikahan Pasangan ke 65 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 65 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Reno & teh Mitha) pada hari Ahad tanggal 16 Juli 2017 bertempat di Bandung.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 65 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 15 Februari 2017
2. Taaruf online : 15 Februari - 18 Februari 2017
3. Taaruf offline perdana di Pusdai, Bandung : 25 Februari 2017
4. Masa istikharah : 26 Februari - 4 Maret 2017
5. Masa taaruf keluarga : 5 Maret 2017 - 23 April 2017
6. Khitbah/lamaran : 24 April 2017
7. Pernikahan : 16 Juli 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pernikahan Pasangan ke 64 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 64 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Alfa & mbak Dian) pada hari Ahad tanggal 16 Juli 2017 bertempat di Surabaya.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 64 sesuai catatan Admin : 

1. Taaruf offline perdana di rumah orang tua akhwat, Surabaya : 19 Maret 2016
2. Masa istikharah : 20 Maret - 26 Maret 2016

3. Khitbah/lamaran : 15 Maret 2017
4. Pernikahan : 16 Juli 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Catatan Proses Taaruf di RumahTaaruf.com Hingga 1 Juli 2017

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Berikut ini catatan proses taaruf di RumahTaaruf.com dari awal hingga tanggal 1 Juli 2017 :  

1. Proses Taaruf Online : + 1450 proses
2. Proses Taaruf Offline : 323 proses
3. Proses Hingga Menikah : 63 pasangan

Screenshoot seputar proses taaruf yang dijalani (nama ikhwan/akhwat tidak ditampilkan terkait privasi) :

1. Catatan Proses Taaruf Online : 
Keterangan :  
a. Daftar nama anggota taaruf ikhwan memanjang ke kanan dan daftar nama anggota taaruf akhwat memanjang ke bawah
b. Proses taaruf antara ikhwan dan akhwat yang selnya bersesuaian ditandai dengan warna hitam, merah, kuning, dan hijau. 
c. Informasi warna se(perhitungan jumlah setiap warna sel menggunakan fungsi Count Cell Color) :
Tahap review biodata
 Hitam  (± 4600 sel) : pe-request biodata tidak berkenan dengan biodata yang di-request/diajukan/di-review.
Tahap taaruf online
 Merah  (± 87
0 sel) : pe-request biodata berkenan dengan biodata yang di-request, namun rekan yang biodatanya di-request tidak berkenan dengan biodata pe-request.
 Kuning  (± 260 sel) : pe-request maupun yang di-request sama sama cocok dengan biodata masing-masing, berlanjut ke proses tanya jawab lewat email, namun tidak lanjut ke proses taaruf offline.
 Hijau  (323 sel) : pe-request dan yang di-request lanjut sampai proses taaruf offline.

2. Catatan Proses Taaruf Offline :
Keterangan : 
a. Informasi yang ada di sheet Taaruf Offline ini yaitu Nama Ikhwan, Nama Akhwat, Tanggal Pertemuan Offline, Lokasi Pertemuan Offline, Pendamping Pertemuan Offline, dan Hasil Pertemuan Offline. 
bHasil pertemuan offline (323 pasangan) : 
- Ikhwan tidak berkenan lanjut proses : 91 proses.
- Akhwat tidak berkenan lanjut proses : 63 proses.
Ikhwan dan akhwat tidak berkenan lanjut proses : 22 proses.
Tidak lanjut proses di masa taaruf keluarga : 75 proses.
Tahap istikharah dan masa pertimbangan : 0 proses.
Tahap taaruf keluarga : 0 proses.
- Masa khitbah/telah lamaran : 3 proses.
Telah lamaran tetapi batal menikah : 6 proses.
- Menikah : 63 pasangan. 

Pembaharuan berkala catatan proses taaruf bisa dilihat di tautan ini : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST 
 

Pernikahan Pasangan ke 63 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 63 anggota Rumah Taaruf myQuran (kang Riza & teh Nikeu) pada hari Sabtu tanggal 1 Juli 2017 bertempat di Majalengka.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 63 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 22 April 2016
2. Taaruf online : 22 April - 9 Mei 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Al Ukhuwah, Bandung : 21 Mei 2016
4. Masa istikharah : 22 Mei - 28 Mei 2016

5. Khitbah/lamaran : 25 Mei 2017
6. Pernikahan : 1 Juli 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pendaftaran Anggota Baru RumahTaaruf.com Masih Ditutup

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami sampaikan lagi bahwa untuk saat ini RumahTaaruf.com belum membuka kembali pendaftaran anggota baru hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan, karena masih memfasilitasi pendaftar yang lama. Rekan-rekan bisa berikhtiar taaruf dengan bantuan orang tua, saudara, dan rekan-rekan terdekat lainnya berdasarkan referensi artikel berikut ini:

1. Tips Mengajak Taaruf : http://www.rumahtaaruf.com/2017/04/3-tips-praktis-mengajak-taaruf.html
2. Panduan Taaruf Online : http://www.rumahtaaruf.com/p/proses-taaruf-online.html
3. Panduan Taaruf Offline : http://www.rumahtaaruf.com/p/proses-taaruf-offline.html

Demikian kami sampaikan, mohon maaf atas keterbatasan Admin dalam memfasilitasi taaruf.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

[Klinik Taaruf] Taaruf Mentok di Biaya Nikah

Pertanyaan : 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Beberapa hari ini saya dipusingkan dengan proses taaruf yang berjalan tersendat. Taaruf dengan si calon pasangan insya Allah sudah tidak ada masalah, namun setelah acara lamaran keluarga prosesnya mentok berkaitan dengan biaya nikah.

Orang tua pihak perempuan menginginkan acara pernikahan di gedung yang diperkirakan menghabiskan biaya yang cukup besar. Tabungan nikah saya belum mencukupi apabila harus mengadakan acara pernikahan yang besar, dan saya harus menabung lagi dalam jangka waktu yang tidak sebentar untuk memenuhinya. Mohon pencerahannya untuk menyelesaikan permasalahan ini. 

Salam,

Kumbang

Jawaban : 

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, 

Masalah biaya nikah memang menjadi beban pikiran bagi rekan yang kesiapan finansialnya terbatas. Tidak sedikit rekan yang memilih untuk menunda nikah karena belum bisa memenuhi harapan calon mertua yang menginginkan acara pernikahan yang cukup besar. Untuk menyikapi masalah tersebut, setidaknya ada tiga langkah yang bisa mas Kumbang coba.

1. Musyawarah Kedua Keluarga

Acara perayaan pernikahan sejatinya bukan hanya hajatan anda dengan calon pasangan anda saja, melainkan juga hajatan kedua pihak keluarga. Oleh karena itu, pembahasan biaya nikah sebaiknya tidak dibicarakan antara anda sendiri dengan si calon pasangan ataupun calon mertua saja, tetapi dengan melibatkan kedua pihak keluarga. Bila perlu libatkan juga ustadz setempat atau tokoh yang dituakan di kedua pihak keluarga sebagai penengah apabila musyawarah perihal biaya nikah menemui jalan buntu. 

Pihak ketiga ini bisa menyarankan agar pernikahan dirayakan di rumah saja secara sederhana menyesuaikan dana yang ada. Beliau juga bisa menyampaikan pencerahan seputar perayaan pernikahan, bahwa keutamaan dalam pernikahan adalah dengan menyegerakan acara pernikahan, bukan dengan bermewah-mewahan dalam perayaannya. Tak lupa sampaikan juga kisah keteladanan Nabi Muhammad dalam acara perayaan pernikahannya.

Apabila merujuk pada salah satu kisah pernikahan Nabi Muhammad, perayaan pernikahannya cukup dengan menyajikan hidangan berupa kurma, jauh dari kemewahan. Nabi Muhammad pun pernah menganjurkan salah seorang sahabatnya untuk merayakan pernikahan meskipun hanya dengan memotong seekor kambing, padahal sahabat tersebut memiliki kekayaan yang melimpah. Berkaca dari kisah teladan tersebut, daripada menghabiskan seluruh dana yang terkumpul untuk acara pernikahan yang besar, alangkah lebih baik bila sebagian dana tersebut disisihkan untuk kehidupan rumah tangga pasca acara pernikahan nanti.

2. Patungan Biaya Nikah

Patungan biaya nikah antara kedua pihak keluarga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi keterbatasan biaya nikah. Pembagiannya bisa sama rata atau sesuai dengan kesanggupan kedua pihak keluarga. Konsep acara pernikahan nanti pun menyesuaikan kesediaan dana patungan ini, apakah diselenggarakan secara sederhana saja di rumah, ataukah masih cukup untuk penyelenggaraan acara di gedung sesuai harapan calon mertua.

Berkaitan dengan patungan biaya nikah ini, ada salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang hampir pasti dilakukan di setiap acara pernikahan. Mereka terbiasa memberikan bantuan berupa amplop sumbangan apabila ada tetangga atau kenalannya yang menikah, sehingga bisa meringankan beban biaya nikah yang ditanggung penyelenggara pernikahan. Biasanya kotak untuk amplop sumbangan ini disediakan pihak keluarga perempuan selaku tuan rumah, berdekatan dengan buku tamu yang diisi para tamu undangan. Dana yang terkumpul dari amplop sumbangan tersebut bisa digunakan pihak keluarga perempuan untuk mengganti biaya nikah yang telah mereka keluarkan.

Memang kurang pantas rasanya bila anda mengharapkan amplop sumbangan untuk meringankan beban biaya nikah. Meskipun demikian, keberadaan amplop sumbangan ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Amplop sumbangan dari sebagian besar tamu undangan pastinya akan diterima, dan jumlah rupiahnya bisa dibilang tidak sedikit. Sampaikan ke calon mertua bahwa pihak keluarga anda tidak mengharapkan bagian dari amplop sumbangan dari tamu undangan nanti, dan anda akan menyerahkan seluruhnya ke mereka. 

3. Cari Calon Lain

Solusi terakhir ini bisa anda coba bila cara pertama dan kedua tidak berhasil. Pada prinsipnya, pernikahan dijalani dengan adanya keridhoan dari kedua pihak. Apabila anda merasa keberatan dengan syarat yang diajukan mertua terkait biaya nikah ini, proses taaruf bisa dihentikan secara baik-baik, dan anda bisa ikhtiar mencari calon mertua lain yang tidak memberatkan anda. 

Agar proses tidak mentok saat sudah sampai tahap lamaran keluarga, anda bisa menanyakan perihal konsep acara pernikahan ini di awal proses taaruf dengan si calon pasangan. Pesankan ke si calon pasangan untuk menanyakan ke orang tuanya, bagaimana harapan mereka terkait acara pernikahan nanti apabila proses berlanjut ke tahap yang lebih serius. Apakah orang tuanya mengharuskan acara yang cukup besar di gedung, ataukah mereka berkenan bila diselenggarakan secara sederhana di rumah. 

Apabila orang tuanya berkenan menyelenggarakan acara pernikahan secara sederhana, maka proses taaruf bisa dilanjutkan ke tahap taaruf keluarga dan lamaran keluarga apabila kedua keluarga sama-sama cocok. Namun apabila mereka mensyaratkan acara pernikahan yang besar dan tidak bisa anda sanggupi, anda bisa menyampaikan permintaan maaf untuk mundur dari proses taaruf, dan selanjutnya ikhtiar mencari calon pasangan yang lain. Insya Allah jodoh yang lebih baik dan tidak memberatkan anda akan Allah pertemukan pada saatnya nanti. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

[Kultwit] Tentang #jodoh (@salimafillah)



Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya;)

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya;)

Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa; tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka?

Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah, & makna.

Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya.

Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan.

Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir’aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda ‘Isa pun kelak bertemu jodohnya.

Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya;)

Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci. Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji.

Tentu makna ayat itu adalah peringatan & kerangka ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilang hari.

Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebak kejelitaan lain.

Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik.

Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.

Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya.

Rumus keberpasangan tak selalu sama; (1) ada dua arus sungai yang bertemu, bergabung mengalir jadi satu. Itu namanya KESAMAAN

Rumus keberpasangan ke (2), ada jua panas menggelegak bertemu dingin membekukan; menjadi hangat yang syahdu. Itu KESEIMBANGAN

Rumus keberpasangan ke (3), adalah lautan yang teduh nan berjumpa angin berderu; menjadi badai yang dahsyat. Itu PERPADUAN.

Berharap akan sosok boleh saja; tapi jika Allah pilihkan yang lebih baik, lebih kaya, lebih rupawan darinya dampingi kita, jangan menolak;)

Nabi anjurkan nazhar; melihat calon pasangan sebelum nikah. Tentu untuk temukan hal nan menarik, bukan cacat-cela. Tajamkan mata batin kita.

Dalam hidup bersama di ikatan suci nan kita ikrarkan bersama ‘jodoh’ kita, hijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja, kalimat amal.

Di titian hari-hari setelah akad suci; hijrahkan rasa dari jatuh cinta menjadi bangun cinta; pastikan jadi megah istana, tinggi gapai surga.

Isteri & suami sejatinya tak saling memiliki. Kita hanya saling dititipi. Maka salinglah menjaga dalam menggenapkan agama, mentaatiNya.

Twitter @salimafillah / Ustadz Salim A. Fillah - 24/1/2011




3 Tips Praktis Mengajak Taaruf : When, Where, How?

Salah satu tahapan dalam proses taaruf yang masih sulit dijalani oleh sebagian rekan adalah mengajak taaruf. Merasa grogi, malu, takut ditolak, dan segala kekhawatiran menjadi beban saat seseorang akan mengajak taaruf. Di sisi lain, ada juga rekan yang masih kebingungan karena belum bertemu sosok yang akan diajak taaruf. Berikut ini tiga tips praktis yang bisa anda jalani saat akan mengajak taaruf seseorang.

1. When : Kapan mengajaknya?

Sebelum mengajak taaruf seseorang, pastikan diri anda sudah dalam kondisi siap menikah. Siap untuk menyegerakan menikah setelah menemukan calon pasangan yang cocok, tidak perlu menunggu sekian tahun ke depan. Tidak ada kendala apapun untuk menyegerakan pernikahan, kecuali terkendala calon pasangannya saja yang belum ada.

Jadi, ikhtiar taaruf belum perlu anda jalani apabila masih ada tanggungan atau kendala yang perlu anda selesaikan. Misalnya saja perihal pekerjaan atau sumber nafkah bagi seorang laki-laki, kendala ijin menikah dari orang tua karena anda belum lulus kuliah, atau orang tua yang menginginkan agar kakak anda menikah terlebih dulu. Apabila kendala-kendala tersebut sudah diselesaikan, dan orang tua sudah membolehkan anda untuk menyegerakan menikah, maka ikhtiar taaruf bisa mulai anda jalani.

2. Where : Ke mana mencari calonnya?

Banyak rekan yang masih kebingungan ke mana harus mencari si calon pasangan, padahal di sekitarnya banyak relasi yang bisa dimintai bantuan. Di lingkungan terdekat, anda bisa meminta bantuan orang tua atau anggota keluarga yang lain, mungkin saja dari mereka ada rekomendasi kenalan yang sesuai dengan yang anda harapkan. Apabila dari mereka belum ada rekomendasi, anda bisa ikhtiar melalui beberapa sumber ini :
 a. Lingkungan tetangga
Amati tetangga sekitar rumah, kanan rumah, kiri rumah, depan rumah, belakang rumah, atau RT sebelah, mungkin saja di antaranya ada yang berniat menyegerakan menikah.
b. Lingkungan kerja
Telusuri rekan kerja yang masih sendiri, mungkin saja ada yang sedang berikhtiar mencari calon pasangan.
c. Lingkungan Organisasi/Komunitas
Cari informasi seputar teman organisasi/komunitas yang diikuti, bisa jadi kriteria calon pasangan yang diimpikannya sesuai dengan diri anda.
d. Media sosial online
Ikhtiar dengan kenalan di dunia maya bisa juga dijalani, mungkin saja ada sosok yang menarik hati di jaringan pertemanan. Hanya saja anda perlu lebih berhati-hati apabila berikhtiar lewat dunia maya ini, pastikan kenalan tersebut memang benar-benar nyata keberadaannya dan serius untuk menjalani taaruf, bukan sekedar sosok fiktif yang berniat jahat dan hanya main-main saja.

3. How : Bagaimana cara mengajaknya?

Ada dua pilihan yang bisa dijalani saat anda akan mengajak taaruf seseorang, yaitu mengajak secara langsung ataupun lewat mediator/perantara. Untuk meminimalkan rasa grogi dan malu, sebaiknya ajakan taaruf disampaikan lewat perantara, tidak disampaikan sendiri secara langsung. Ajakan taaruf pun tidak disampaikan secara frontal, langsung mengajak taaruf, tetapi diawali dengan penggalian informasi terlebih dulu seputar target yang akan diajak taaruf.

Apabila dianalogikan dalam aktivitas melamar kerja, anda tentunya tidak langsung datang ke sebuah kantor perusahaan untuk melamar kerja, tetapi melihat iklan lowongan kerjanya terlebih dulu. Kalaupun tidak ada iklan lowongan kerja yang dipasang perusahaan tersebut, anda perlu memastikannya dengan bertanya ke perusahaan tersebut, apakah membuka lowongan kerja atau tidak. Apabila perusahaan tersebut memang membuka lowongan kerja, anda perlu menanyakan posisi apa yang dicari, dan kriteria apa saja yang ditetapkan perusahaan tersebut. Dari informasi ini, barulah anda bisa memutuskan apakah akan tetap melamar di perusahaan tersebut atau berikhtiar mencari perusahaan lain karena kriteria yang ditetapkan perusahaan tersebut tidak sesuai dengan diri anda.

Metode yang sama bisa anda jalani sebelum anda memutuskan untuk mengajak taaruf seseorang, yaitu diawali dengan penggalian informasi terlebih dulu ke sosok yang akan diajak taaruf. Agar prosesnya lebih terjaga, ajakan taaruf sebaiknya disampaikan lewat perantara yang tidak lawan jenis dengan si target. Kakak laki-laki bisa menyampaikan niatan taaruf adik perempuannya ke seorang laki-laki, dan kakak perempuan bisa menyampaikan niatan taaruf adik laki-lakinya ke seorang perempuan. Bisa juga dengan meminta bantuan rekan dekat tepercaya untuk alternatif, apabila tidak ada anggota keluarga yang bisa menjadi perantara. Adapun urutan penggalian informasi ke target calon pasangan sebagai berikut :

a. Apakah si target sudah siap menikah?
b. Apakah si target sudah boleh menikah?
c. Apakah si target sudah punya calon pasangan?
d. Apa sajakah kriteria mutlak si target?
e. Apakah si target berkenan taaruf dengan anda?
(Penggalian informasi urut dari atas)

Dari penggalian informasi tersebut, beberapa kemungkinan jawabannya :

a. Si target belum siap menikah. Silakan anda cari target lainnya.
b. Si target sudah siap menikah, tetapi belum boleh menikah oleh orang tuanya. Silakan anda cari target lainnya.
c. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, tetapi sudah punya calon pasangan. Silakan anda cari target lainnya.
d. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, belum punya calon pasangan, tetapi kriteria mutlaknya tidak sesuai dengan diri anda. Silakan anda cari target lainnya.
e. Si target sudah siap menikah, sudah boleh menikah, belum punya calon pasangan, dan kriteria mutlaknya sesuai dengan diri anda. Perantara bisa menceritakan gambaran diri anda ke si target, dan sampaikan niatan anda untuk taaruf dengan si target.

Apabila anda dengan si target calon pasangan belum terlalu mengenal sebelumnya, perkenalan bisa diawali dengan pertukaran CV/biodata yang berisi gambaran diri masing-masing secara lengkap. Apabila kedua pihak sama-sama berkenan maka taaruf bisa dilanjutkan dengan penelusuran ke rekan-rekan terdekat kedua pihak sebagai sumber informasi tambahan, diawali dengan taaruf ke keluarga, kemudian ke tetangga sekitar, ke rekan kerja, ataupun ke rekan satu organisasi/komunitas. Dengan demikian informasi mengenai diri calon pasangan akan lebih lengkap, dan dapat dijadikan pertimbangan lanjut tidaknya proses ke depan. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.

Wallahua'lam bishshawwab.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Website : www.maswahyu.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST 
 

[Klinik Taaruf] Taaruf Mentok di Orang Tua

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya baru saja mengalami kegagalan taaruf untuk kedua kalinya. Dua duanya pun dengan alasan yang sama, yaitu karena ketidaksetujuan orang tua. Ikhtiar taaruf pertama tidak berlanjut karena orang tua si perempuan tidak setuju. Ikhtiar kedua alhamdulillah respon dari orang tua si perempuan positif, namun begitu si perempuan dikenalkan ke keluarga saya ternyata orang tua saya tidak setuju.

Mohon pencerahannya agar ikhtiar saya selanjutnya nanti sukses, tidak mentok lagi di orang tua. Saya ingin hari pernikahan saya nanti menjadi hari kebahagiaan semua pihak, tidak hanya kebahagiaan saya dengan pasangan saya saja.

Salam,

Kumbang

Jawaban :

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Taaruf yang mentok di orang tua terkadang menyisakan kepedihan bagi rekan yang belum siap menerimanya. Tidak sedikit rekan yang akhirnya berkonflik dengan orang tuanya karena tidak setuju dengan calon pasangan yang dikenalkan. Bahkan ada juga yang sampai berpikiran nekat, tetap ingin melangsungkan pernikahan meskipun tanpa restu dari orang tuanya. Kasih sayang yang telah diberikan orang tua selama berpuluh tahun lamanya tergantikan oleh rasa sayang ke calon pasangan yang baru saja dikenal. Semoga kita semua bisa terhindar dari sikap seperti itu.

Menanggapi kasus yang mas Kumbang sampaikan ini, setidaknya ada tiga langkah yang bisa dicoba agar ikhtiar taaruf berikutnya tidak mentok lagi di orang tua. 

1. Perbaiki Hubungan Dengan Orang Tua

Berdasarkan pengalaman mediasi taaruf, salah satu hal yang akan memperlancar proses taaruf adalah adanya kedekatan dan keterbukaan antara si anak dengan orang tua. Kedekatan ini akan membuat hati mereka bertautan sehingga apa yang diharapkan si anak tidak jauh berbeda dengan apa yang diharapkan orang tua, termasuk dalam hal pilihan calon pasangan. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki komunikasi dengan orang tua, dengan lebih terbuka dalam proses ikhtiar pencarian jodoh. 

Perkenalkan mereka dengan ikhtiar taaruf yang syar'i sebelum proses taaruf dijalani, yang mungkin belum mereka ketahui di jaman mereka dulu. Tidak ada jalan berduaan, makan berduaan, boncengan motor berduaan, satu mobil berduaan, dan aktivitas berduaan lainnya di sepanjang proses taaruf. Tidak ada pula aktivitas sayang-sayangan lewat media komunikasi maupun lewat media sosial online lainnya. Apabila mereka sudah mulai memahami, mintalah doa mereka agar di ikhtiar selanjutnya anda bisa bertemu dengan calon pasangan yang sesuai harapan bersama. 

2. Sepakati Kriteria Sebelum Ikhtiar Taaruf

Ikhtiar taaruf dijalani dalam rangka pencarian calon pasangan, yang diharapkan berlanjut prosesnya hingga pernikahan. Agar pernikahan menjadi sah maka rukun nikah harus dipenuhi, yaitu adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali pihak perempuan, dua orang saksi, dan ijab kabul. Apabila ayah kandung calon mempelai perempuan masih hidup, maka beliau lah yang kelak menjadi wali nikah yang akan menikahkan anaknya. Kecuali bila ayah sudah wafat atau seorang nonmuslim, maka peran wali nikah digantikan urutan berikutnya (kakek dari pihak ayah - saudara laki-laki - anak dari saudara laki-laki - saudara laki-laki ayah - anak dari saudara laki-laki ayah - wali hakim), tentunya yang juga memenuhi syarat. Di sisi calon mempelai laki-laki, restu dan ridha orang tua pun perlu diupayakan meskipun tidak ada istilah wali bagi seorang laki-laki, karena pernikahannya kelak akan menyatukan kedua keluarga, bukan hanya menyatukan dia dan calon pasangannya saja. Oleh karena itu, mengesampingkan peran orang tua dalam ikhtiar taaruf adalah hal yang tidak tepat. 

Seorang laki-laki tidak sekedar mencari calon pasangan yang mau menikah dengannya, tetapi juga mencari calon mertua yang mau menikahkan anak perempuannya dengan si laki-laki. Seorang perempuan tidak sekedar mencari calon pasangan yang mau menikah dengannya, tetapi juga mencarikan calon menantu untuk ayah/wali yang akan menikahkan si anak perempuan. Apabila tidak ada kecocokan di antaranya, maka pernikahan  tidak bisa terselenggara. Ikhtiarkanlah calon pasangan yang sekiranya cocok sesuai harapan orang tua, tidak hanya cocok untuk si anak saja. Kriteria agama yang baik sudah pasti menjadi kriteria utama, namun pada kenyataannya ada kriteria tambahan yang menjadi kriteria mutlak orang tua. Beberapa kriteria tambahan ini biasanya menjadi kriteria mutlak yang ditetapkan oleh orang tua: 

a. Usia (apakah lebih tua/lebih muda dan rentang usia)
b. Pendidikan (apakah lebih rendah/lebih tinggi/setara)
c. Pekerjaan (terkait jenis profesi/pekerjaan)
d. Suku (apakah satu suku/beda suku)
e. Domisili/daerah asal (apakah jauh/dekat)
f. Status pernikahan (apakah duda/janda, perjaka/gadis)
g. Kriteria mutlak lain-lain (bervariasi tiap orang tua)

Silakan tanyakan ke orang tua, dari daftar tersebut apa sajakah kriteria mutlak yang mereka tetapkan selain kriteria agama yang baik. Kompromikan dengan kriteria yang anda harapkan, kemudian buatlah daftar 'Kesepakatan Kriteria' yang menjadi patokan dalam mencari calon pasangan. Kesepakatan kriteria ini harus ditetapkan SEBELUM ikhtiar taaruf dijalani. Apabila disederhanakan, kriteria calon pasangan anda adalah seseorang yang 'agamanya baik dan disetujui orang tua'. Agama yang baik sudah pasti masuk penilaian utama sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun hal itu belumlah cukup, carilah calon pasangan juga disetujui orang tua agar pernikahan anda kelak bisa terselenggara.

3. Seleksi Calon Pasangan Sesuai Kesepakatan Kriteria

Apabila anda dan orang tua sudah menyepakati kriteria calon pasangan, maka anda bisa mulai melakukan pencarian calon sesuai kesepakatan kriteria tersebut. Anda bisa ikhtiar mencari sendiri, atau bisa juga minta bantuan orang tua dan rekan-rekan terdekat untuk mencarikan yang sesuai kesepakatan kriteria. Tidak perlu memperdebatkan penetapan kriteria pendidikan S1 - non S1, sesuku - beda suku, dan pertentangan yang lainnya. Dalam pencarian jodoh, kriteria 'agama yang baik' adalah kriteria utama dan kriteria-kriteria lainnya bisa 'suka-suka' sesuai selera, apakah itu S1, non S1, sesuku, beda suku, dan lain-lain. Jodoh anda kelak mungkin saja pendidikannya S1, namun bisa juga non S1. Mungkin saja jodoh anda sesuku, namun bisa juga berbeda suku. Tidak ada keharusan jodoh anda pendidikannya S1, tidak juga harus yang pendidikannya non S1. Jodoh anda tidak harus yang sesuku, tidak juga harus yang berbeda suku. Berhubung telah ada kesepakatan kriteria dengan orang tua, maka itulah kriteria yang menjadi patokan anda dalam ikhtiar pencarian jodoh.

Misalnya saja kesepakatan kriterianya seperti ini : Agamanya baik, usia lebih muda, pendidikan minimal S1, domisili di pulau Jawa, status masih gadis. Misalnya ada tawaran taaruf masuk dari seseorang yang (maaf) pendidikannya hanya lulusan TK, usianya lebih tua 20 tahun, dan domisili di luar negeri, tentunya anda tidak perlu ragu untuk menolak tawaran tersebut, karena sudah pasti anda dan orang tua akan keberatan. Namun kalau ada yang sesuai kesepakatan kriteria tersebut, atau minimal mendekati kesepakatan kriteria, tidak ada salahnya dikomunikasikan ke orang tua untuk meminta pertimbangan lanjut tidaknya proses. 

Kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian rekan, mereka telah menjalani ikhtiar taaruf tanpa menginformasikan ke orang tua terlebih dulu. Setelah taaruf dijalani selama beberapa lama, mereka baru menginformasikan ke orang tua. Akibatnya tak sedikit calon pasangan yang 'berguguran' setelah dikenalkan ke orang tua, karena ternyata si calon pasangan belum sesuai dengan yang diharapkan. Seharusnya di awal proses taaruf gambaran umum calon pasangan diceritakan dulu ke orang tua, apabila mereka cocok maka taaruf bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. 

Data diri si calon pasangan bisa diceritakan ke orang tua untuk pertimbangan awal, atau bisa juga dengan menunjukkan CV/biodata calon pasangan tersebut. Apabila tanggapan orang tua positif dan mereka ingin mengenal lebih jauh, barulah si calon pasangan dikenalkan ke orang tua. Namun kalau tanggapan mereka negatif karena ada beberapa hal yang tidak cocok dengan harapan mereka, lebih baik anda mencari calon lainnya yang sesuai harapan bersama. Kenalkanlah calon pasangan yang sekiranya pribadinya sesuai dengan yang diharapkan bersama. Ingat kembali prinsip kriteria calon pasangan : "Agamanya baik dan disetujui orang tua". Apabila ada yang agamanya baik namun tidak disetujui orang tua, dia bisa ikhtiar mencari calon mertua lain yang cocok dengannya. 

Memang akan lebih susah dijalani kalau sudah terlanjur jatuh cinta dengan calon pasangan. Segala cara diupayakan agar bisa menikahi si tercinta, bahkan sampai konfrontasi ke orang tua pun dihalalkan. Keridhoan orang tua menjadi terlupakan karena cinta yang melenakan ke calon pasangan. Untuk menghindari hal tersebut, netralkanlah hati anda di sepanjang ikhtiar taaruf, jagalah hati agar tidak dibutakan rasa cinta ke calon pasangan. Kalaupun ada rasa cinta di hati cukuplah dirasakan sewajarnya, jangan sampai malah mengalihkan rasa cinta dari orang tua yang semenjak lahir diberikan. Apapun hasilnya nanti, apakah proses taarufnya berlanjut hingga pernikahan ataukah mentok lagi di orang tua, insya Allah adalah yang terbaik menurut Allah SWT.

Semoga pernikahan anda kelak diberkahi seiring dengan adanya restu dan keridhaan dari orang tua. Semoga kebahagiaan menyertai pernikahan anda, bukan hanya kebahagiaan anda dan pasangan anda saja tetapi juga kebahagiaan kedua pihak keluarga. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Wallahua'lam bisshawwab.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)

Pernikahan Pasangan ke 62 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan akad nikah pasangan ke 62 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Anas & mbak Ayu) pada hari Jumat tanggal 10 Maret 2017 bertempat di Sidoarjo.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 62 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 13 November 2016
2. Taaruf online : 13 November - 21 November 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Al Akbar, Surabaya : 3 Desember 2016
4. Masa istikharah : 4 Desember - 10 Desember 2016

5. Khitbah/lamaran : 15 Desember 2016
6. Pernikahan : 10 Maret 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pencarian Profil Biodata Taaruf

Gunakan fasilitas ini untuk mencari profil biodata dengan kata kunci sesuai kriteria yang diinginkan.

Artikel