“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur : 32)

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali..." (QS. An-Nisaa : 1)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu : harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu."
(Muttafaq Alaihi)

Telusuri 7 Informan Ini Untuk Lebih Mengenal Pasangan Taaruf

Istilah taaruf berasal dari bahasa Arab yang berarti 'mengenal' atau 'berkenalan', baik itu aktivitas berkenalan secara umum maupun dalam maksud khusus, misalnya taaruf menuju pernikahan. Aktivitas taaruf pranikah ini perlu melibatkan banyak sumber informasi untuk lebih mengenal calon pasangan, tidak seperti ‘membeli kucing dalam karung’, tidak hanya berkenalan sebentar saja dan langsung menikah tanpa penelusuran lebih jauh mengenai calon pasangan. Berikut ini 7 informan yang bisa anda telusuri untuk mengenal lebih jauh pasangan taaruf sebelum anda memutuskan untuk menikah dengannya.

1. Pasangan Taaruf

Sumber informasi pertama yang dipilih tentunya adalah si pasangan taaruf. Amati kesehariannya yang nampak oleh pandangan mata anda, selanjutnya cari sebanyak mungkin informasi seputar pribadinya. Informasi yang perlu diketahui di antaranya terkait aktivitas keagamaannya, pekerjaannya, hobinya, karakter positif negatifnya, kesehariannya, aktivitas organisasinya, rencana domisili setelah menikah, bagaimana langkah-langkahnya kelak dalam mewujudkan keluarga SAMARA, bagaimana kelak dalam mengelola keuangan keluarga, dan hal-hal visioner lainnya. Tanyakan hal-hal penting dan prinsipil yang sekiranya jawaban pasangan taaruf nanti sangat menentukan lanjut tidaknya proses ke depan. Untuk awalan, CV/biodata taaruf bisa juga dibuat sebagai sarana perkenalan awal profil pribadi, cara pandang, dan harapan kedua pihak mengenai hal-hal tertentu. Sebagai referensi contoh format CV/biodata taaruf bisa diunduh di tautan ini : www.biodata.rumahtaaruf.com.

Yang perlu diingat, ada adab-adab yang perlu dijaga dalam penggalian informasi secara langsung ke pasangan taaruf ini, di antaranya tentang adab interaksi dan komunikasi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Dalam penggalian informasi ini tidak ada aktivitas berdua-duaan seperti aktivitas pacaran pada umumnya, seperti jalan berduaan, makan berduaan, boncengan motor berduaan, satu mobil berduaan, dan aktivitas berduaan lainnya. Harus ada pihak ketiga yang mendampingi selama proses taaruf dijalani untuk menghindari setan menjadi ketiganya.

Interaksi lewat media sosial dan media komunikasi jarak jauh perlu dibatasi dan dijaga sehingga tidak ada aktivitas 'bermesraan' jarak jauh sebelum kedua pihak dihalalkan dalam ikatan pernikahan. Agar proses lebih terjaga, kedua pihak bisa saling memblokir nomer handphone sehingga tidak ada kesempatan kedua pihak untuk berkomunikasi secara langsung, selanjutnya bisa dibuat grup Whatsapp atau grup media lainnya dengan melibatkan pihak ketiga dari perwakilan keluarga atau sahabat dekat tepercaya sebagai anggota grup. Hal-hal yang perlu dikomunikasikan bisa disampaikan di grup, sehingga interaksinya akan lebih terjaga karena ada pihak ketiga yang turut mengawasi percakapan di grup tersebut.

Tidak perlu berlama-lama taaruf dengan si pasangan taaruf dengan alasan ingin lebih mengenal karakternya lebih jauh, karena mungkin saja yang ditampilkan lebih dominan sikapnya yang baik-baik saja. Sebagai pelengkap, anda bisa mencari informasi tambahan ke rekan-rekan terdekat yang telah lama mengenal si pasangan taaruf dan sering berinteraksi dengannya. Prioritas pertama adalah keluarganya, kemudian tetangganya, selanjutnya rekan kerjanya, dan beberapa sumber informasi tambahan lainnya seperti uraian di bawah ini.

2. Keluarga

Keluarga pasangan taaruf adalah pihak terdekat yang mengetahui bagaimana sikap dan keseharian pasangan taaruf. Anda bisa bertanya ke bapaknya, ibunya, kakaknya, adiknya, atau anggota keluarga lain yang tentunya lebih mengenal pasangan taaruf dibanding orang lain. Tanyakan apa saja kesan positif mengenai pasangan taaruf di mata mereka dan apa saja kesan negatifnya selama tinggal bersamanya. Apabila segan dan malu bertanya langsung ke bapaknya atau ibunya, anda bisa meminta bantuan orang tua untuk penggalian lebih jauh, sekaligus sebagai ajang silaturahim kedua orang tua.

Satu waktu bisa diagendakan pertemuan antar bapak untuk lebih mengenal keduanya, titipkan pesan ke bapak anda untuk menanyakan bagaimana pesan kesan si bapak pasangan taaruf selama hidup bersama anaknya. Di waktu yang lain bisa diagendakan pertemuan antar ibu untuk lebih mengenal keduanya, titipkan pesan juga ke ibu anda untuk menanyakan bagaimana pesan kesan si ibu pasangan taaruf selama hidup bersama anaknya. Bila ada waktu luang bisa juga mengajak kakak atau adiknya bertemu di luar rumah untuk menanyakan pesan kesannya mengenai si pasangan taaruf. Sebagai catatan, bila kakak atau adiknya ini sesama laki-laki atau sesama perempuan maka tidak perlu pihak ketiga untuk mendampingi. Namun bila sebaliknya maka perlu ada pihak ketiga yang mendampingi saat pertemuan.

3. Tetangga

Sumber informasi selanjutnya adalah tetangga dari pasangan taaruf. Tetangga samping kanan rumah, kiri rumah, dan depan rumah bisa dijadikan tempat bertanya pesan kesannya ke pasangan taaruf. Apabila ada tetangganya yang berjauhan tapi termasuk sahabat dekatnya bisa ditanyakan pandangannya mengenai pasangan taaruf. Pengurus masjid setempat bisa jadi sumber informasi bagi pihak perempuan, apakah si calon pasangan laki-laki rajin shalat berjamaah di masjid atau tidak, yang bisa dijadikan salah satu pertimbangan lanjut tidaknya proses ke depan. Bisa juga ‘iseng’ bertanya ke penjaga warung di dekat rumahnya untuk menanyakan pengalaman muamalahnya, apakah pasangan taaruf ini suka berhutang tapi susah melunasi, atau selalu membayar tunai apapun yang dibelinya tanpa meninggalkan hutang sepeserpun.

4. Rekan Kerja

Sumber informasi lainnya yaitu rekan kerja dari pasangan taaruf. Rutinitas dunia kerja yang padat dengan beban kerja yang tidak ringan akan memperlihatkan sikap seseorang dalam menghadapinya. Bagaimana keseharian pasangan taaruf di dunia kerjanya bisa diketahui lewat rekan kerjanya ini, misalnya seputar kebiasaan jam masuk kerjanya, bagaimana saat mengerjakan tugas dari atasan, dan informasi lainnya seputar dunia kerjanya.

5. Rekan Organisasi/Komunitas

Sumber informasi tambahan berikutnya yaitu rekan satu organisasi atau rekan satu komunitas dari pasangan taaruf. Peran dan aktivitasnya dalam organisasi atau komunitas bisa diketahui lewat rekan organisasi ini. Misalnya terkait kepemimpinannya saat menjadi ketua divisi di suatu kepanitiaan, bagaimana tanggung jawabnya saat menjadi anggota organisasi, dan informasi lainnya seputar aktivitas di dunia organisasinya.

6. Tenaga Medis

Sumber informasi yang bisa juga dijadikan referensi tambahan yaitu dari tenaga medis. Kondisi fisik dan kesehatan pasangan taaruf bisa saja secara kasat mata terlihat normal dan tidak ada masalah, namun mungkin saja dalam dirinya ada penyakit dalam yang belum diketahuinya. Satu waktu bisa diagendakan cek medis ke dokter atau ke laboratorium klinis untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan dalam diri kedua pihak. Informasi hasil cek medis tersebut selanjutnya bisa dijadikan salah satu pertimbangan dalam memutuskan lanjut tidaknya proses taaruf.

7. Media Sosial

Sumber informasi terakhir yang bisa dijadikan referensi yaitu media sosial dari pasangan taaruf. Kebaikan akhlak seseorang seyogyanya akan tercermin dalam segala aspek kehidupannya, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Telusuri semua media sosial yang dimiliki pasangan taaruf apabila yang bersangkutan memang tergolong aktif di media sosial. Prinsipnya, yang terlihat baik di dunia maya belum tentu baik di dunia nyatanya, tetapi yang baik di dunia nyata seharusnya akan tecermin juga di dunia mayanya. Ditambah dengan informasi yang telah didapat dari penelusuran sumber sebelumnya, selanjutnya anda bisa istikharah dan mempertimbangkan keputusan lanjut tidaknya proses taaruf.

Di balik kelebihan seseorang pastinya ada kekurangan yang dimilikinya. Pertimbangkan secara baik-baik, apakah anda bisa menerima kelebihan dan kekurangan yang ada, ataukah ada hal-hal prinsipil yang cukup mengganjal dan tidak bisa dikompromikan. Apabila kecenderungannya positif maka proses taaruf bisa dilanjutkan ke tahap yang lebih serius, namun apabila sebaliknya maka proses taaruf bisa dihentikan dengan sebaik-baiknya, sama-sama mendoakan agar kedua pihak diberikan calon jodoh lainnya yang terbaik menurut Allah SWT. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Wallahua'lam bishshawwab.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Website : www.maswahyu.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST 
 

Biaya Walimah Tidak Harus Mahal

Pertanyaan : 
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.,MA yang dirahmati Allah,


Mohon izin menyampaikan pertanyaan terkait dengan masalah walimah. Saya ini sudah berusia yang cukup untuk menikah, dan sedikit-sedikit juga sudah punya tabungan untuk menikah. Calon istri juga sudah ada, tinggal menentukan hari dan tanggal saja sih sebenarnya.


Tetapi justru itulah masalahnya, untuk menyelenggarakan walimah, ternyata setelah dihitung-hitung biayanya cukup besar, sampai ratusan juga. Saya sih bukannya tidak punya uang sebanyak itu, cuma kok rasanya sayang-sayang kalau uang sebanyak itu yang saya kumpulkan bertahun-tahun lamanya, tiba-tiba lenyap hanya dalam sehari pesta walimah.


Apakah saya keliru dan berdosa kalau berpikir seperti itu, ustadz? Maksudnya, kenapa uang yang saya tabung itu tidak untuk membeli rumah atau biaya hidup setelah kami menikah nanti? Apakah Islam mewajibkan kita menyelenggarakan pesta walimah yang megah dan meriah?


Teman-teman saya malah pada mundur begitu saya ajak diskusi tentang persiapan biaya walimah. Mereka bilahg mendingan tidak usah nikah saja sekalian, dari pada harus membiayai pesta semacam itu.


Mohon masukan dan kritik dari ustadz terkait hal ini dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.


Wassalam.
Jawaban : 
Asalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Masalah yang Anda tanyakan ini memang seringkali ditanyakan kepada saya. Dan ini memang masalah budaya dan adat istiadat saja. Lain orang lain budaya, lain keluaga lain adatnya. Islam sendiri sebenarnya tidak pernah membebani pernikahan dengan harus menyelenggarakan walimah yang sifatnya memberatkan. Namun kadang kita terlanjur terbawa arus budaya dan adat saja.
1. Walimah Bukan Rukun Nikah
Rasanya semua orang sudah tahu bahwa pesta walimah itu bukan termasuk syarat atau rukun dalam pernikahan. Tidak ada satu pun ayat Quran ataupun hadits nabawi yang menyebutkan bahwa sahnya sebuah pernikahan harus lewat pesta walimah. Dan tidak seorang pun ulama yang mewajibkan hukum walimah sebagai syarat sahnya akad nikah.
Dalam akad nikah bahkan cukup disaksikan oleh minimal 2 orang saksi saja, tidak harus orang sekampung ikut jadi saksi. Semua ini menunjukkan sebenarnya dilihat dari kacamata syariah, menikah itu sangat ringan syaratnya. Maka hukum menyelenggarakan walimah cuma sampai kepada batas sunnah saja, tidak ada yang sampai mewajibkan.
Tetapi kalau melihatnya lewat budaya dan adat istiadat, maka syariat nikah yang sebenarnya sangat mudah dan ringan itu menjadi sangat berat, teramat berat bahkan. Sehingga banyak sekali pemuda yang tidak siap menikah. Sebenarnya bukan tidak siap menikah, tetapi tidak siap kalau harus membiayai hajatan pesta pora yang menghamburkan uang banyak sekali.
Coba renungkan, ketika orang-orang meninggalkan ilmu fiqih dan memakai hukum adat istiadat, terjadilah apa yang seharusnya tidak perlu terjadi. Menikah jadi masalah besar yang sulit bisa dilakukan kecuali hanya oleh orang berharta. Orang miskin seperti tidak boleh menikah, sebab biaya besar seolah jadi salah satu syarat atau rukun nikah.
2. Walimah Tidak Harus Mahal
Meski makna kata walimah itu pesta makan-makan, tetapi sebenarnya tidak identik dengan pesta mahal dengan biaya menu makanan selangit. Makanan walimah tidak harus yang mahal-mahal, cukup makan sehari-hari saja. Toh keberkahannya bukan terletak pada menu makanannya, juga bukan pada jumlahnya yang banyak. Bahkan banyaknya makanan walimah malah bisa jadi bumerang yang mematikan. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأْغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, bila yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin ditinggalkan. (HR. Muslim)
Hadits ini kalau kita bedah cukup menarik da nada banyak versi penjelasannya. Tapi ada orang yang menjelaskan dengan versi yang unik sebagai berikut : Dikatakan bahwa makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, alasannya karena yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin tidak diundang. Maka makanan yang disediakan di walimah itu memang hanya makanan orang kaya dan tidak menyediakan makanan orang miskin. Karena orang miskin tidak diundang.
Terus pertanyaannya, makanan orang kaya itu kayak apa sih? Dan makanan orang miskin itu kayak apa juga?
  • Salah satu penafsirannya bahwa makanan orang kaya itu cenderung mewah, mahal, tidak masuk akal, cenderung jumlahnya berlebih dan akhirnya terbuang-buang. Kadang yang dikejar itu bukan fungsi makanannya, tetapi malah mengejar gengsinya. Coba perhatikan perilaku kita kalau lagi makan di tempat orang kaya seperti restoran mewah. Kita suka foto-foto dan kita share ke orang-orang. Sekedar untuk menunjukkan bahwa saya lagi makan di tempat mahal, di tempat orang kaya.
  • Dan makanan orang miskin itu umunya cenderung berharga murah, masuk akal harganya, cukup untuk memberi makan banyak orang, meski tetap sehat dan bergizi. Dan jarang sekali orang miskin kalau lagi makan di wawrung tegal lantas dia foto-foto untuk dipamerkan ke teman-temannya.
Sayangnya, yang terbersit di benak kita biasanya terbalik. Walimah itu identik dengan makanan mahal di tempat yang mahal. Tidak sedikit kita yang membayangkan ingin bikin walimah di gedung mewah atau di hotel berbintang. Otomatis semuanya jadi mahal, termasuk makanannya.
Satu orang bisa dikenakan harga tiga empat ratusan ribu. Kalau yang hadir seribu orang, maka tinggal dikalikan saja, seribu kali 3 ratus ribu sama dengan 3 ratus juga. Rp. 300.000 x 1.000 orang = Rp. 300.000.000.
Itu baru masalah makanannya, belum lagi urusan bridal, cetak undangan, dan tetek bengeknya. Bisa-bisa biaya walimah bisa lebih dari semilyar.
Padahal sebenarnya syariat Islam tidak pernah memerintahkan diadakan pesta walimah yang menghambur-hamburkan uang sebesar itu. Mungkin kita termasuk orang kaya dan sangat mampu, punya tabungan banyak, atau punya duit warisan dari nenek moyang yang tidak habis dimakan oleh tujuh turunan.
Tetapi tetap saja biaya-biaya hajatan sebesar itu bukan bagian dari perintah syariat Islam. Yang begituan umumnya datang dari adat, kebiasaan, budaya, bahkan sebenarnya kalau jujur, latar belakangnya sebenarnya malah cuma sekedar gengsi dan harga diri. Tidak lebih.
3. Tidak Semua Orang Harus Diundang
Ada lagi satu alasan klasik yang selalu dimunculkan, sehingga menimbulkan biaya yang amat besar dalam pesta walimah. Adanya semacam keyakinan bahwa menikah atau menikahkan anak itu wajib musti kudu harus mengundang semua orang yang pernah dikenal.
Bukan hanya keluarga dekat, tetapi keluarga jauh dan keluarga terlalu jauh pun tetap diundang. Termasuk semua teman, mulai dari teman alumni TK, alumni SD, SMP, SMA, dan kuliah, semuanya juga diundang.
Apalagi teman kerja, teman organisasi, teman pengajian, teman kongkow, termasuk para pejabat mulai dari pak RT, pak RW, lurah, camat, bupati, gubernur, menteri, kalau perlu presiden RI dan presiden negara lain juga diundang. Ada semacam kebanggaan bahwa kalau pesta walimah dihadiri oleh banyak orang, maka dianggap punya gengsi tersendiri.
Apalagi karangan bunganya bisa berderet panjang sampai lima kilometer, maka lubang hidung sang pemilik hajatan akan semakin mekar berkembang meluas, sambil dalam hati berkata,"Lihat nih siapa saya. Saya ini orang terkenal, saya orang besar, kolega saya banyak sekali."
Apakah semua itu diperintahkan dalam syariat Islam?
Jawabnya tidak. Tidak ada perintah untuk melakukan hal itu. Islam tidak memerintahkan untuk memeriahkan pesta perkawinan dengan cara-cara seperti itu.
Lalu kenapa banyak orang pada melakukannya?
Kalau pun orang-orang melakukannya, semua itu cuma adat istiadat, budaya lokal dan sama sekali bukan perintah agama. Atau kadang karena merasa tidak enak, bikin walimah kok sepi-sepian, tidak nanggap wayang atau layar tancap, dibilang kayak orang kematian.
Kadang kita sendiri juga ikut andil juga. Ada orang menikahkan anak dan kebetulan kita tidak diundang, lalu kita protes,"Kok menikahkan anak diam-diam saja tidak mengundang kita sih. Apa kita tidak lagi dianggap saudara?". Dan masih banyak lagi budaya-budaya lokal yang sangat besar pengaruhnya.
4. Pesta Walimah Rasulullah
Coba perhatikan pernikahan Rasulullah SAW yang bukan hanya sekali. Coba perkirakan berapa orang yang hadir di pernikahan beliau SAW?
Asal tahu saja, namanya juga Nabi, pastilah beliau orang terhormat di tengah shahabat. Lantas apakah beliau SAW mengundang semua shahabat untuk hadir dalam walimah?
Kalau memang semua diundang, maka rumah dan masjid Nabawi tidak akan muat menampung tamu undangan. Sebab menurut As-Suyuthi, jumlah para shahabat Nabi SAW itu banyak sekali, setidaknya sampai 124 ribu orang. Kalau pun mau diundang, maka lokasinya di Padang Arafah, sekalian wukuf saja.
Tetapi hal semacam itu tidak pernah terjadi di masa Nabi SAW. Padahal Beliau SAW menikah bukan cuma sekali tetapi berkali-kali. Beliau SAW dan para shahabat tidak pernah melakukan pesta walimah dengan mengundang semua (baca:seluruh) shahabat secara jor-joran. Pesta walimah beliau SAW ternyata kecil-kecilan saja, sekedar beberapa orang terdekat dan selesai.
Nabi SAW pernah menyelenggarakan walimah untuk Shafiyah dengan makanan yang amat bersahaja.

أَنَّهُ  أَوْلَمَ عَلَى صَفِيَّةَ بِتَمْرٍ وَسَمْنٍ وَأَقِطٍ

Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Shafiyah dengan hidangan kurma, minyak dan aqt. (HR. Bukhari)
5. Pesta Walimah Abdurrahman bin Auf
Ketika Abdurrahman bin Auf radhiyallahuanhu yang merupakan saudagar terkaya di Madinah menikah, beliau SAW perintahkan untuk mengadakan walimah, meski cuma dengan menyembelih seeokor kambing.

أولم ولو بشاة

Selenggarakan walimah meskipun cuma menyembelih seekor kambing.(HR. Bukhari Muslim)
Jelas seekor kambing tidak bisa dimakan oleh 124 ribu orang. Mungkin seekor kambing kalau dimakan oleh bangsa kita, bisa cukup buatsekampung, dengan catatan satu orang hanya boleh makan satu tusuk sate. Kalau lebih disuruh bayar.
Tetapi kalau yang makan orang Arab, biasanya porsi makannya banyak. Tidak aneh kalau satu orang makan satu paha. Kalau kambing yang disembelih cuma satu ekor, berarti pahanya cuma ada empat. Berarti tamunya cuma empat orang saja. Bayangkan, sebuah pesta walimah pernikahan, tetapi yang diundang cuma empat orang saja.
Aneh? Aneh juga. Tetapi apa hukumnya boleh? Ya boleh sekali. Dosa apa tidak ya? Sama sekali tidak berdosa. Lha wong hukum bikin walimah saja cuma sunnah, masak ngundang cuma 4 orang jadi dosa?
Paling-paling yang ribut keluarga, teman dan tetangga. Jangan kaget kalau nanti ada saja yang iseng bilang begini,"Dasar medit, pelit, bakhil, nggak mau rugi, tidak tahu diri dan sebagainya dan sebagainya".
Ah, tapi itu kan selera orang. Kenapa kita mesti kita ikuti? Semua itu cuma adat dan budaya saja.
Islam itu sebenarnya mudah, cuma kita saja yang menambahinya dengan budaya-budaya kita sehingga kadang malah jadi bikin susah.
Wallahu a'lam bishshawab, wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Pernikahan Pasangan ke 59 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 59 anggota Rumah Taaruf myQuran (kang Fajar & teh Rifah) pada hari Ahad tanggal 15 Januari 2017 bertempat di Cikande, Serang.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 59 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 7 Oktober 2016
2. Taaruf online : 7 Oktober - 8 November 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Ats Tsauroh, Serang : 20 November 2016
4. Masa istikharah : 21 November - 27 November 2016

5. Masa taaruf keluarga : 28 November - 10 Desember 2016
6. Khitbah/lamaran keluarga : 11 Desember 2016
7. Pernikahan : 15 Januari 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pernikahan Pasangan ke 58 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan akad nikah pasangan ke 58 anggota Rumah Taaruf myQuran (kang Dian & mbak Ratna) pada hari Rabu tanggal 4 Januari 2017 bertempat di Bekasi.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 58 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 19 September 2016
2. Taaruf online : 19 September - 24 September 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Al Furqon, Harapan Indah, Bekasi : 2 Oktober 2016
4. Masa istikharah : 2 Oktober - 8 Oktober 2016

5. Masa taaruf keluarga : 9 Oktober - 3 Desember 2016
6. Lamaran keluarga : 4 Desember 2016
7. Akad nikah : 4 Januari 2017
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Catatan Proses Taaruf di RumahTaaruf.com Hingga 31 Desember 2016

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Berikut ini catatan proses taaruf di RumahTaaruf.com dari awal hingga tanggal 31 Desember 2016 :  

1. Proses Taaruf Online : + 1400 proses
2. Proses Taaruf Offline : 308 proses
3. Proses Hingga Menikah : 57 pasangan

Screenshoot seputar proses taaruf yang dijalani (nama ikhwan/akhwat tidak ditampilkan terkait privasi) :

1. Catatan Proses Taaruf Online : 
Keterangan :  
a. Daftar nama anggota taaruf ikhwan memanjang ke kanan dan daftar nama anggota taaruf akhwat memanjang ke bawah
b. Proses taaruf antara ikhwan dan akhwat yang selnya bersesuaian ditandai dengan warna hitam, merah, kuning, dan hijau. 
c. Informasi warna se(perhitungan jumlah setiap warna sel menggunakan fungsi Count Cell Color) :
Tahap review biodata
 Hitam  (± 4500 sel) : pe-request biodata tidak berkenan dengan biodata yang di-request/diajukan/di-review.
Tahap taaruf online
 Merah  (± 85
0 sel) : pe-request biodata berkenan dengan biodata yang di-request, namun rekan yang biodatanya di-request tidak berkenan dengan biodata pe-request.
 Kuning  (± 250 sel) : pe-request maupun yang di-request sama sama cocok dengan biodata masing-masing, berlanjut ke proses tanya jawab lewat email, namun tidak lanjut ke proses taaruf offline.
 Hijau  (308 sel) : pe-request dan yang di-request lanjut sampai proses taaruf offline.

2. Catatan Proses Taaruf Offline :
Keterangan : 
a. Informasi yang ada di sheet Taaruf Offline ini yaitu Nama Ikhwan, Nama Akhwat, Tanggal Pertemuan Offline, Lokasi Pertemuan Offline, Pendamping Pertemuan Offline, dan Hasil Pertemuan Offline. 
bHasil pertemuan offline (308 pasangan) : 
- Ikhwan tidak berkenan lanjut proses : 88 proses.
- Akhwat tidak berkenan lanjut proses : 59 proses.
Ikhwan dan akhwat tidak berkenan lanjut proses : 20 proses.
Tidak lanjut proses di masa taaruf keluarga : 70 proses.
Tahap istikharah dan masa pertimbangan : 0 proses.
Tahap taaruf keluarga : 5 proses.
- Masa khitbah/telah lamaran : 5 proses.
Telah lamaran tetapi batal menikah : 4 proses.
- Menikah : 57 pasangan. 

Pembaharuan berkala catatan proses taaruf bisa dilihat di tautan ini : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Website : www.maswahyu.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST 
 

Pernikahan Pasangan ke 57 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 57 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Rahmat & teh Nadia) pada hari Sabtu tanggal 10 Desember 2016 bertempat di Cikarang, Bekasi.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 57 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 5 Juni 2016
2. Taaruf online : 5 Juni - 16 Juni 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Fathullah, Ciputat, Tangerang Selatan : 19 Juni 2016
4. Masa istikharah : 20 Juni - 26 Juni 2016

5. Masa taaruf keluarga : 27 Juni - 13 Agustus 2016
6. Lamaran keluarga : 14 Agustus 2016
7. Pernikahan : 10 Desember 2016
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pernikahan Pasangan ke 56 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 56 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Rifky & mbak Hita) pada hari Sabtu tanggal 3 Desember 2016 bertempat di Surabaya.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 56 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 16 Januari 2016
2. Taaruf online : 16 Januari - 22 Maret 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Al Akbar, Surabaya : 10 April 2016
4. Masa istikharah : 11 April - 17 April 2016

5. Pernikahan : 3 Desember 2016
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Penutupan Sementara Pendaftaran Anggota Baru RumahTaaruf.com

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sehubungan dengan membludaknya pendaftar anggota baru RumahTaaruf.com, keterbatasan kapasitas email RumahTaaruf.com, dan keterbatasan Admin RumahTaaruf.com dalam memediasi taaruf, untuk sementara waktu pendaftaran anggota baru RumahTaaruf.com ditutup.


Aktivitas bagi pendaftar keanggotaan sebelum tanggal 15 November 2016 insya Allah tetap berjalan normal seperti biasanya.

Demikian kami sampaikan, jazakumullah khair.


Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

[Klinik Taaruf] Taaruf Pakai Biodata

Pertanyaan : 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yth. Admin RumahTaaruf.com, masih ada beberapa ganjalan yang saya rasakan mengenai  tahapan proses taaruf yang dijalani di RumahTaaruf.com (www.prosedur.rumahtaaruf.com), khususnya seputar penggunaan CV/biodata taaruf. Mohon penjelasannya mengenai beberapa hal ini :

1. Sejauh mana efektifitas penggunaan metode biodata dalam proses taaruf? Bukankah lebih meyakinkan apabila langsung ketemuan saja untuk lebih mengenal calon pasangan?

2. Dalam prosedur taaruf disebutkan bahwa data-data terkait pribadi akan dihapus saat proses tukar menukar biodata. Trus, bagaimana antar anggota yang bertaaruf bisa kenal lebih jauh bila data-data pribadi tersebut dihapus?

3. Bagaimana cara memastikan bahwa data-data yang diisikan di biodata adalah kondisi sesungguhnya si pemilik biodata dan bukan rekayasa?

Itu saja yang saya tanyakan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Salam,

Kembang

Jawaban :

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Yth. Mbak Kembang, sebenarnya hal yang mirip dengan pertanyaan ini sudah pernah saya sampaikan juga lewat artikel ini : Tips Seputar CV/Biodata Taaruf ; namun tidak ada salahnya bila saya perjelas lagi.

1. Penggunaan biodata taaruf sama halnya seperti penggunaan CV dalam seleksi calon karyawan sebuah perusahaan. Perusahaan punya kriteria khusus bagi calon karyawannya sesuai kebutuhan perusahaan, dan calon pelamar kerja pun bisa mengetahui perusahaan mana yang persyaratannya masuk sesuai kualifikasinya. Dengan demikian, yang CVnya memenuhi syarat saja lah yang bisa lanjut ke tahap seleksi berikutnya, sedangkan yang tidak memenuhi syarat bisa ikhtiar mencari perusahaan lain yang sesuai kualifikasinya.

Misalnya sebuah perusahaan kontraktor swasta di bidang kelistrikan, membutuhkan karyawan yang pendidikannya minimal D3, lulusan Teknik Elektro, dan berusia maksimal 30 tahun sebagai syarat calon karyawannya. Apabila tidak ada syarat apapun  yang ditetapkan perusahaan, maka ribuan pelamar bisa saja memasukkan CV meskipun yang dibutuhkan hanya beberapa karyawan saja. Bisa saja yang (maaf) tingkat pendidikannya TK, lulusan non teknik, dan berusia 60 tahun ke atas akan mendaftar, padahal yang bersangkutan statusnya sudah memasuki masa pasca kerja/pensiun. Dengan adanya syarat atau kriteria yang ditetapkan perusahaan tersebut, maka ribuan pelamar bisa terseleksi lagi sehingga jumlahnya tinggal puluhan pelamar, yang akan memudahkan seleksi tahap berikutnya.

Senada dengan penggunaan CV dalam seleksi calon karyawan perusahaan, metode penggunaan biodata dalam proses taaruf pun cukup efektif dalam penyeleksian calon pasangan, meskipun bukan jaminan yang sama-sama cocok kriterianya berlanjut terus prosesnya hingga menikah. Bisa dilihat catatan proses taaruf di RumahTaaruf.com hingga bulan Juli 2016 ini : http://www.rumahtaaruf.com/2016/08/catatan-proses-taaruf-di-rumahtaarufcom.html ; Dari 4000an biodata yang direview, hanya sekitar 1200an yang profilnya cocok dan berlanjut ke proses taaruf online. Pasangan yang cocok di taaruf online dan berlanjut ke proses taaruf offline pun tak lebih dari seperempatnya, dan semakin berkurang jumlahnya yang berlanjut prosesnya hingga menikah.

2. Data-data pribadi pemilik biodata dihapus agar privasi kedua anggota yang bertaaruf tetap terjaga, sehingga tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung antara keduanya. Dengan demikian proses taaruf akan berjalan lancar, aman, dan syar'i dengan perantara dan pendampingan pihak ketiga. Khusus terkait nama yang tidak ditampilkan, saya kira nama seseorang tidak terlalu berpengaruh pada pertimbangan lanjut tidaknya proses ke depan.

Apakah akan lanjut proses bila si ikhwan bernama Rahman, tetapi tidak lanjut proses karena namanya Rahmat? Apakah lanjut proses bila si akhwat bernama Mawar, tetapi tidak lanjut proses karena namanya Melati? Apabila namanya ditulis lengkap tentunya dengan mudah dicari profilnya lewat pencarian Google atau lewat pencarian secara langsung, hal inilah yang dihindari dalam proses taaruf di RumahTaaruf.com.

Yang perlu digarisbawahi, biodata taaruf ini hanya berfungsi sebagai SELEKSI AWAL saja, selanjutnya masih ada beberapa tahapan untuk lebih saling mengenal profil kedua pihak. Dengan data-data umum yang ditampilkan di biodata insya Allah bisa dijadikan pertimbangan awal untuk memutuskan lanjut tidaknya proses. Apabila proses berlanjut ke tahap berikutnya, maka nama jelas, alamat lengkap, nama orang tua, dan data-data pribadi lainnya bisa diketahui.

3. Admin hanya menerima biodata yang telah diisi lengkap sesuai format standar biodata RumahTaaruf.com : www.biodata.rumahtaaruf.com, dengan lampiran jepretan KTP serta data lainnya sebagai bahan verifikasi. Apabila data-data tidak diisi lengkap dan tidak dilampiri jepretan KTP serta data lainnya, maka rekan tersebut tidak bisa mendaftar menjadi anggota RumahTaaruf.com.

Data-data dan informasi yang tertulis di biodata selanjutnya bisa diverifikasi secara langsung oleh rekan yang bertaaruf bila memang sama-sama cocok saat taaruf online dan berkenan lanjut prosesnya ke taaruf offline. Proses taaruf offline ini bisa dilakukan ke beberapa pihak, di antaranya :

- Bagaimana profil keluarganya dan kesehariannya di rumah bisa diketahui saat taaruf ke keluarganya.
- Bagaimana sosialisasinya dengan lingkungan sekitar bisa diketahui saat taaruf ke tetangganya.
- Bagaimana kesehariannya dalam lingkungan kerja bisa diketahui saat taaruf ke rekan kerjanya.
- Bagaimana tanggung jawabnya dalam organisasi bisa diketahui saat taaruf ke rekan seorganisasinya. 

Dan sumber-sumber lain yang diperlukan sesuai kebutuhan. Insya Allah semakin banyak sumber untuk verifikasi maka akan semakin banyak pula informasi yang didapat mengenai calon pasangan, sehingga bisa diketahui apakah informasi tersebut sesuai dengan yang tertulis di biodata atau tidak.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

Menikah Tanpa Ridha Orang Tua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ana mau nanya soal bagaimana kalau ada seorang pria yang ingin menikah namun dihalang-halangi/dilarang oleh orang tuanya? Apakah boleh si pria ini nikah tanpa ridho orang tua? Lalu bagaimana seandainya hal yang di atas terjadi pada seorang wanita?

Syukran.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah ini bisa kita bedakan dari dua sisi. Pertama, dilihat dari sisi akhlaq. Kedua, dilihat dari sisi hukum hitam putih.

Secara akhlaq, sungguh merupakan sebuah tindakan yang amat menyakitkan, bila seorang anak melakukan tindakan yang tidak berkenan di hati orang tua. Apalagi bila tindakan itu sebuah pernikahan. Secara akhlaq, tidak pada tempatnya seorang anak yang sejak kecil dilahirkan, diasuh, dijaga, dididik dan dibesarkan oleh orang tuanya, dengan sepenuh hati, berkorban jiwa raga, tiba-tiba melakukan hal-hal yang membuat orang tua sakit hati. Atau malah mengecawakannya.

Dari sisi akhlaq, anak yang tega menyakiti atau menentang kehendak orang tuanya adalah anak yang durhaka, tidak tahu balas budi dan kurang ajar. Buat apa sejak kecil diurusi, kalau setelah besar tidak mau hormat dan menjaga perasaan orang tua? Kemudian seenaknya mau mengatur diri sendiri, sampai menikah tanpa mendapat restu dan ridha dari orang tuanya.

Anak yang begini kelakuannya, hingga menyakiti hati orang tuanya, boleh dibilang akan sengsara hidupnya. Jalannya akan tidak lurus, kehidupannya akan sepi dari keberkahan, meski sekilas hartanya berlimpah, rumahnya bertingkat, gajinya berlipat, mobilnya mengkilat, badannya sehat atau jumlah isteri sampai empat.

Tapi kalau dengan orang tua kualat, jiwanya akan sekarat, jalannya akan sesat, hidup jadi tidak nikmat, tidak punya semangat.

Baik anak laki-laki atau pun perempuan, sebisa mungkin jangan sampai menikah tanpa restu dan ridha orang tua. Sebab kalau untuk membalas jasanya tidak mampu kita lakukan, paling tidak sekedar tidak menyakiti hati mereka, sudah merupakan nilai tersendiri.

Dari Sudut Pandang Hukum

Sedangkan bila kita lepaskan masalah bakti atau kualat dengan orang tua, bila ada seorang laki-laki menikah, memang tidak memerlukan peran orang tuanya sebagai wali. Sebab pernikahan seorang laki-laki memang tidak membutuhka wali.

Sebaliknya, seorang wanita tidak boleh menikahkan diri sendiri. Yang menikahkannya harus ayah kandungnya sebagai wali. Dirinya sendiri justru tidak punya peran apa-apa dalam akad nikah, sehingga kalau pun tidak hadir dalam pernikahannya sendiri, secara hukum nikahnya tetap sah.

Maka seorang wanita yang menikah tanpa izin, restu dan ridha dari ayah kandungnya, secara hukum nikahnya tidak sah, selain itu dia juga mendapatkan dosa atas ulahnya yang kualat terhadap orang tuanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Ahmad Sarwat, Lc.

*Artikel Terkait : 

Pencarian Profil Biodata Taaruf

Gunakan fasilitas ini untuk mencari profil biodata dengan kata kunci sesuai kriteria yang diinginkan.

Artikel