“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur : 32)

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali..." (QS. An-Nisaa : 1)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu : harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu."
(Muttafaq Alaihi)

Pernikahan Pasangan ke 56 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 56 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Rifky & mbak Hita) pada hari Sabtu tanggal 3 Desember 2016 bertempat di Surabaya.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 56 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 16 Januari 2016
2. Taaruf online : 16 Januari - 22 Maret 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Al Akbar, Surabaya : 10 April 2016
4. Masa istikharah : 11 April - 17 April 2016

5. Pernikahan : 3 Desember 2016
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Penutupan Sementara Pendaftaran Anggota Baru RumahTaaruf.com

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sehubungan dengan membludaknya pendaftar anggota baru RumahTaaruf.com, keterbatasan kapasitas email RumahTaaruf.com, dan keterbatasan Admin RumahTaaruf.com dalam memediasi taaruf, untuk sementara waktu pendaftaran anggota baru RumahTaaruf.com ditutup.


Aktivitas bagi pendaftar keanggotaan sebelum tanggal 15 November 2016 insya Allah tetap berjalan normal seperti biasanya.

Demikian kami sampaikan, jazakumullah khair.


Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

[Klinik Taaruf] Taaruf Pakai Biodata

Pertanyaan : 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yth. Admin RumahTaaruf.com, masih ada beberapa ganjalan yang saya rasakan mengenai  tahapan proses taaruf yang dijalani di RumahTaaruf.com (www.prosedur.rumahtaaruf.com), khususnya seputar penggunaan CV/biodata taaruf. Mohon penjelasannya mengenai beberapa hal ini :

1. Sejauh mana efektifitas penggunaan metode biodata dalam proses taaruf? Bukankah lebih meyakinkan apabila langsung ketemuan saja untuk lebih mengenal calon pasangan?

2. Dalam prosedur taaruf disebutkan bahwa data-data terkait pribadi akan dihapus saat proses tukar menukar biodata. Trus, bagaimana antar anggota yang bertaaruf bisa kenal lebih jauh bila data-data pribadi tersebut dihapus?

3. Bagaimana cara memastikan bahwa data-data yang diisikan di biodata adalah kondisi sesungguhnya si pemilik biodata dan bukan rekayasa?

Itu saja yang saya tanyakan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Salam,

Kembang

Jawaban :

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Yth. Mbak Kembang, sebenarnya hal yang mirip dengan pertanyaan ini sudah pernah saya sampaikan juga lewat artikel ini : Tips Seputar CV/Biodata Taaruf ; namun tidak ada salahnya bila saya perjelas lagi.

1. Penggunaan biodata taaruf sama halnya seperti penggunaan CV dalam seleksi calon karyawan sebuah perusahaan. Perusahaan punya kriteria khusus bagi calon karyawannya sesuai kebutuhan perusahaan, dan calon pelamar kerja pun bisa mengetahui perusahaan mana yang persyaratannya masuk sesuai kualifikasinya. Dengan demikian, yang CVnya memenuhi syarat saja lah yang bisa lanjut ke tahap seleksi berikutnya, sedangkan yang tidak memenuhi syarat bisa ikhtiar mencari perusahaan lain yang sesuai kualifikasinya.

Misalnya sebuah perusahaan kontraktor swasta di bidang kelistrikan, membutuhkan karyawan yang pendidikannya minimal D3, lulusan Teknik Elektro, dan berusia maksimal 30 tahun sebagai syarat calon karyawannya. Apabila tidak ada syarat apapun  yang ditetapkan perusahaan, maka ribuan pelamar bisa saja memasukkan CV meskipun yang dibutuhkan hanya beberapa karyawan saja. Bisa saja yang (maaf) tingkat pendidikannya TK, lulusan non teknik, dan berusia 60 tahun ke atas akan mendaftar, padahal yang bersangkutan statusnya sudah memasuki masa pasca kerja/pensiun. Dengan adanya syarat atau kriteria yang ditetapkan perusahaan tersebut, maka ribuan pelamar bisa terseleksi lagi sehingga jumlahnya tinggal puluhan pelamar, yang akan memudahkan seleksi tahap berikutnya.

Senada dengan penggunaan CV dalam seleksi calon karyawan perusahaan, metode penggunaan biodata dalam proses taaruf pun cukup efektif dalam penyeleksian calon pasangan, meskipun bukan jaminan yang sama-sama cocok kriterianya berlanjut terus prosesnya hingga menikah. Bisa dilihat catatan proses taaruf di RumahTaaruf.com hingga bulan Juli 2016 ini : http://www.rumahtaaruf.com/2016/08/catatan-proses-taaruf-di-rumahtaarufcom.html ; Dari 4000an biodata yang direview, hanya sekitar 1200an yang profilnya cocok dan berlanjut ke proses taaruf online. Pasangan yang cocok di taaruf online dan berlanjut ke proses taaruf offline pun tak lebih dari seperempatnya, dan semakin berkurang jumlahnya yang berlanjut prosesnya hingga menikah.

2. Data-data pribadi pemilik biodata dihapus agar privasi kedua anggota yang bertaaruf tetap terjaga, sehingga tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung antara keduanya. Dengan demikian proses taaruf akan berjalan lancar, aman, dan syar'i dengan perantara dan pendampingan pihak ketiga. Khusus terkait nama yang tidak ditampilkan, saya kira nama seseorang tidak terlalu berpengaruh pada pertimbangan lanjut tidaknya proses ke depan.

Apakah akan lanjut proses bila si ikhwan bernama Rahman, tetapi tidak lanjut proses karena namanya Rahmat? Apakah lanjut proses bila si akhwat bernama Mawar, tetapi tidak lanjut proses karena namanya Melati? Apabila namanya ditulis lengkap tentunya dengan mudah dicari profilnya lewat pencarian Google atau lewat pencarian secara langsung, hal inilah yang dihindari dalam proses taaruf di RumahTaaruf.com.

Yang perlu digarisbawahi, biodata taaruf ini hanya berfungsi sebagai SELEKSI AWAL saja, selanjutnya masih ada beberapa tahapan untuk lebih saling mengenal profil kedua pihak. Dengan data-data umum yang ditampilkan di biodata insya Allah bisa dijadikan pertimbangan awal untuk memutuskan lanjut tidaknya proses. Apabila proses berlanjut ke tahap berikutnya, maka nama jelas, alamat lengkap, nama orang tua, dan data-data pribadi lainnya bisa diketahui.

3. Admin hanya menerima biodata yang telah diisi lengkap sesuai format standar biodata RumahTaaruf.com : www.biodata.rumahtaaruf.com, dengan lampiran jepretan KTP serta data lainnya sebagai bahan verifikasi. Apabila data-data tidak diisi lengkap dan tidak dilampiri jepretan KTP serta data lainnya, maka rekan tersebut tidak bisa mendaftar menjadi anggota RumahTaaruf.com.

Data-data dan informasi yang tertulis di biodata selanjutnya bisa diverifikasi secara langsung oleh rekan yang bertaaruf bila memang sama-sama cocok saat taaruf online dan berkenan lanjut prosesnya ke taaruf offline. Proses taaruf offline ini bisa dilakukan ke beberapa pihak, di antaranya :

- Bagaimana profil keluarganya dan kesehariannya di rumah bisa diketahui saat taaruf ke keluarganya.
- Bagaimana sosialisasinya dengan lingkungan sekitar bisa diketahui saat taaruf ke tetangganya.
- Bagaimana kesehariannya dalam lingkungan kerja bisa diketahui saat taaruf ke rekan kerjanya.
- Bagaimana tanggung jawabnya dalam organisasi bisa diketahui saat taaruf ke rekan seorganisasinya. 

Dan sumber-sumber lain yang diperlukan sesuai kebutuhan. Insya Allah semakin banyak sumber untuk verifikasi maka akan semakin banyak pula informasi yang didapat mengenai calon pasangan, sehingga bisa diketahui apakah informasi tersebut sesuai dengan yang tertulis di biodata atau tidak.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan.

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com

Menikah Tanpa Ridha Orang Tua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ana mau nanya soal bagaimana kalau ada seorang pria yang ingin menikah namun dihalang-halangi/dilarang oleh orang tuanya? Apakah boleh si pria ini nikah tanpa ridho orang tua? Lalu bagaimana seandainya hal yang di atas terjadi pada seorang wanita?

Syukran.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah ini bisa kita bedakan dari dua sisi. Pertama, dilihat dari sisi akhlaq. Kedua, dilihat dari sisi hukum hitam putih.

Secara akhlaq, sungguh merupakan sebuah tindakan yang amat menyakitkan, bila seorang anak melakukan tindakan yang tidak berkenan di hati orang tua. Apalagi bila tindakan itu sebuah pernikahan. Secara akhlaq, tidak pada tempatnya seorang anak yang sejak kecil dilahirkan, diasuh, dijaga, dididik dan dibesarkan oleh orang tuanya, dengan sepenuh hati, berkorban jiwa raga, tiba-tiba melakukan hal-hal yang membuat orang tua sakit hati. Atau malah mengecawakannya.

Dari sisi akhlaq, anak yang tega menyakiti atau menentang kehendak orang tuanya adalah anak yang durhaka, tidak tahu balas budi dan kurang ajar. Buat apa sejak kecil diurusi, kalau setelah besar tidak mau hormat dan menjaga perasaan orang tua? Kemudian seenaknya mau mengatur diri sendiri, sampai menikah tanpa mendapat restu dan ridha dari orang tuanya.

Anak yang begini kelakuannya, hingga menyakiti hati orang tuanya, boleh dibilang akan sengsara hidupnya. Jalannya akan tidak lurus, kehidupannya akan sepi dari keberkahan, meski sekilas hartanya berlimpah, rumahnya bertingkat, gajinya berlipat, mobilnya mengkilat, badannya sehat atau jumlah isteri sampai empat.

Tapi kalau dengan orang tua kualat, jiwanya akan sekarat, jalannya akan sesat, hidup jadi tidak nikmat, tidak punya semangat.

Baik anak laki-laki atau pun perempuan, sebisa mungkin jangan sampai menikah tanpa restu dan ridha orang tua. Sebab kalau untuk membalas jasanya tidak mampu kita lakukan, paling tidak sekedar tidak menyakiti hati mereka, sudah merupakan nilai tersendiri.

Dari Sudut Pandang Hukum

Sedangkan bila kita lepaskan masalah bakti atau kualat dengan orang tua, bila ada seorang laki-laki menikah, memang tidak memerlukan peran orang tuanya sebagai wali. Sebab pernikahan seorang laki-laki memang tidak membutuhka wali.

Sebaliknya, seorang wanita tidak boleh menikahkan diri sendiri. Yang menikahkannya harus ayah kandungnya sebagai wali. Dirinya sendiri justru tidak punya peran apa-apa dalam akad nikah, sehingga kalau pun tidak hadir dalam pernikahannya sendiri, secara hukum nikahnya tetap sah.

Maka seorang wanita yang menikah tanpa izin, restu dan ridha dari ayah kandungnya, secara hukum nikahnya tidak sah, selain itu dia juga mendapatkan dosa atas ulahnya yang kualat terhadap orang tuanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Ahmad Sarwat, Lc.

*Artikel Terkait : 

Pernikahan Pasangan ke 55 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan akad nikah pasangan ke 55 anggota Rumah Taaruf myQuran (kang Roni & mbak Tina) pada hari Senin tanggal 19 September 2016 bertempat di Cimahi.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 55 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 1 Februari 2016
2. Taaruf online : 1 Februari - 17 Februari 2016
3. Taaruf offline perdana di Masjid Istiqomah, Bandung : 9 Maret 2016
4. Masa istikharah : 10 Maret - 16 Maret 2016
5. Taaruf keluarga & khitbah : 3 April 2016

6. Akad nikah : 19 September 2016
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Pernikahan Pasangan ke 54 Anggota Rumah Taaruf myQuran



Alhamdulillahirabbil'alamin...

Telah dilangsungkan pernikahan pasangan ke 54 anggota Rumah Taaruf myQuran (mas Syarif & mbak Tika) pada hari Sabtu tanggal 17 September 2016 bertempat di Depok.

“Baarakallahulaka wabaaraka‘alaika wajama’abainakuma fikhair...”
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, dan semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu,
dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 

(Doa Nabi Muhammad SAW kepada sahabat yang menikah - H.R. Abu Dawud)

Aamiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tahapan proses taaruf pasangan ke 54 sesuai catatan Admin : 

1. Pengajuan taaruf : 9 April 2016
2. Taaruf online : 9 April - 21 April 2016
3. Taaruf offline perdana di rumah orang tua akhwat : 30 April 2016
4. Masa istikharah : 1 Mei - 7 Mei 2016
5. Masa taaruf keluarga : 8 Mei - 27 Mei 2016

6. Lamaran keluarga : 28 Mei 2016
7. Pernikahan : 17 September 2016

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Catatan proses taaruf selengkapnya : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

9 Tips Sukses Taaruf Yang Harus Anda Ketahui



Oleh : Tri Wahyu Nugroho 
Admin dan Mediator Taaruf di RumahTaaruf.com

KECOCOKAN kriteria antara pasangan yang berikhtiar taaruf menuju pernikahan akan menunjang kelancaran proses taaruf ke depannya. Rasulullah menganjurkan bahwa kriteria yang harus diutamakan adalah pertimbangan dari segi agamanya, yaitu yang lurus aqidahnya, taat ibadahnya, dan baik akhlaknya.

Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya ternyata ada kriteria-kriteria tambahan yang menjadi kriteria mutlak selain faktor agama tersebut. Berikut ini 9 kriteria tambahan yang biasanya ditetapkan pihak laki-laki dan perempuan dalam mencari calon pasangan, berdasarkan pengalaman 7 tahun-an menjadi mediator taaruf.

1. Kriteria Fisik

Kondisi fisik seseorang tidak mencerminkan baik buruknya akhlak seseorang. Bagaimanapun bentuk fisik seseorang, itulah kondisi terbaik yang telah Allah karuniakan. Meskipun demikian, faktor fisik ternyata memiliki pengaruh dalam pertimbangan kecocokan saat taaruf, tanpa mengesampingkan pertimbangan faktor agama yang menjadi prioritas utama.

Dari pengalaman mediasi taaruf, kebanyakan laki-laki memilih perempuan yang posturnya lebih pendek darinya dengan berat badan yang tidak berlebihan. Kebanyakan perempuan memilih laki-laki berpostur lebih tinggi darinya dengan berat badan yang tidak berlebihan juga. Ketertarikan dengan bentuk rupa atau wajah yang “menyejukkan” pun menjadi pertimbangan, yang sifatnya relatif antara rekan yang satu dengan rekan yang lainnya.

Tips pertama : Saat memulai ikhtiar taaruf, carilah calon pasangan yang sekiranya cocok dengan wajah dan postur anda apa adanya, apakah lebih tinggi atau lebih pendek, apakah berat badannya berlebihan atau proporsional.

2. Kriteria Sifat/Karakter

Mencari calon pasangan dengan karakter yang sempurna adalah sebuah hal yang mustahil. Di balik kelebihan seseorang, pastilah ada kekurangan yang dimilikinya. Karakter positif yang dimiliki dapat dioptimalkan di jalan kebaikan, sedangkan karakter negatif yang melekat dapat dikendalikan untuk meminimalkan keburukan yang ditimbulkan.

Dari pengalaman mediasi taaruf, kriteria karakter yang sering ditetapkan dibanding yang lainnya yaitu karakter introvet atau ekstrovert. Rekan yang memiliki karakter introvert cenderung mencari calon yang karakternya ekstrovert untuk menjadi calon pasangannya. Sebaliknya, rekan yang memiliki karakter ekstrovert cenderung mencari yang karakternya introvert sebagai pelengkapnya.

Tips kedua : Saat memulai ikhtiar taaruf, carilah calon pasangan yang bisa menerima bagaimanapun karakter anda, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

3. Kriteria Usia

Bilangan usia seseorang tidak menjamin tingkat kedewasaan orang tersebut. Yang usianya masih muda bisa bersikap lebih dewasa, yang sudah berumur pun ada yang karakternya kekanak-kanakan. Meskipun demikian, faktor usia ternyata cukup berpengaruh dalam pertimbangan saat taaruf.

Dari pengalaman mediasi taaruf, kebanyakan laki-laki memilih yang lebih muda usianya, dan kebanyakan perempuan memilih yang lebih tua usianya. Rentang perbedaan usia pun menjadi pertimbangan, kebanyakan rekan memilih yang tidak terlalu jauh rentang usianya.

Tips ketiga : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan berapapun usia anda, apakah lebih muda atau lebih tua, apakah rentang usianya jauh atau berdekatan.

4. Kriteria Pekerjaan

Salah satu kewajiban seorang laki-laki setelah menikah nanti adalah menafkahi istri dan anak-anaknya. Wajar saja bila pihak perempuan menetapkan calon pasangan yang sudah berpenghasilan dan mampu menafkahi di kriteria mutlaknya. Kriteria ‘mapan’ tak jarang ditetapkan sebagai salah satu kriteria, yang diartikan oleh sebagian laki-laki bahwa dia harus memiliki ‘papan’ atau rumah terlebih dulu sebelum menikahi perempuan tersebut, meskipun kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.

Dari pengalaman mediasi taaruf, kebanyakan perempuan lebih menekankan pada keterjaminan nafkah setelah menikah nanti, tanpa mensyaratkan gaji minimal, pekerjaan tertentu, atau kepemilikan harta tertentu. Sebagian besar perempuan siap diajak tinggal mengontrak terlebih dulu sambil berikhtiar untuk memiliki rumah sendiri setelah menikah nanti, dan hanya sebagian kecil yang menginginkan calon suaminya memiliki rumah terlebih dulu sebelum menikah.

Di sisi laki-laki, kebanyakan menginginkan agar calon pasangannya menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya setelah menikah nanti. Kalaupun pihak perempuan ingin tetap bekerja, kebanyakan laki-laki mengijinkan setidaknya sampai mereka memiliki anak. Apabila setelah memiliki anak tetap ingin bekerja, pihak laki-laki mengharapkan jenis pekerjaannya yang bisa dilakukan di rumah, ataupun pekerjaan yang tidak menghabiskan banyak waktu di luar rumah sehingga keterlibatan ibu dalam pengasuhan anak tidak terabaikan.

Tips keempat : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan pekerjaan anda sekarang ataupun proyeksi pekerjaan anda di masa mendatang. 

5. Kriteria Pendidikan

Pendidikan yang tinggi tidak menjamin kesuksesan seseorang. Tak sedikit orang yang sukses dalam karirnya berlatar belakang pendidikan yang tidak tinggi. Meskipun demikian, faktor pendidikan ini sering menjadi kriteria mutlak yang ditetapkan seseorang dalam mencari calon pasangan.

Dari pengalaman mediasi taaruf, baik laki-laki maupun perempuan kebanyakan menginginkan calon pasangan dengan pendidikan yang setara. Yang mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi menginginkan calon pasangan yang juga mengenyam pendidikan di pergurutan tinggi. Demikian pula yang belum berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mereka menginginkan yang pendidikannya setara.

Tips kelima : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan tingkat pendidikan anda, apakah lebih rendah, setara, ataupun lebih tinggi.

6. Kriteria Domisili/Daerah Asal

Kemajuan sarana transportasi masa kini semakin memudahkan seseorang untuk menjangkau daerah yang berjauhan di seluruh penjuru dunia. Perjalanan lintas propinsi, lintas pulau, bahkan lintas negara bisa ditempuh dalam hitungan jam saja. Meskipun demikian, domisili/daerah asal seseorang bisa menjadi pertimbangan dalam kelanjutan proses taaruf.

Dari pengalaman mediasi taaruf, kebanyakan rekan cenderung mencari calon pasangan yang tidak terlalu berjauhan domisilinya. Pihak laki-laki menginginkan agar calon istrinya nanti bisa mengikuti di manapun domisilinya. Kebanyakan perempuan pun siap mengikuti ke manapun domisili suami nanti, hanya sebagian yang belum siap berpindah domisili karena alasan tertentu.

Tips keenam : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan domisili atau daerah asal anda, apakah domisilinya berdekatan atau berjauhan.

7. Kriteria Suku

Karakter seseorang tergantung pada diri pribadi orang tersebut, bukan tergantung dari mana sukunya. Menyematkan karakter tertentu pada suku tertentu adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Meskipun demikian, kriteria suku ternyata cukup mempengaruhi pertimbangan lanjut tidaknya proses taaruf.

Dengan pertimbangan kedekatan wilayah, kesamaan budaya, kesamaan bahasa daerah, dan pertimbangan lainnya, ada rekan yang merasa nyaman dengan calon pasangan yang satu suku. Di lain pihak, ada rekan yang menginginkan pasangan berbeda suku, dengan pertimbangan yang bermacam-macam pula.

Tips ketujuh : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan suku anda, apakah satu suku ataupun berbeda suku.

8. Kriteria Status Pernikahan

Ikhtiar taaruf tidak hanya dijalani oleh rekan yang belum pernah menikah sebelumnya (status perjaka atau gadis). Yang sudah pernah menikah sebelumnya (status duda atau janda), juga memiliki keinginan yang sama untuk menggenapkan setengah agamanya (lagi).

Dari pengalaman mediasi taaruf, kebanyakan rekan yang berstatus perjaka atau gadis menginginkan yang statusnya masih perjaka atau gadis juga. Kebanyakan rekan yang berstatus duda atau janda lebih fleksibel kriterianya, tidak keberatan dengan calon pasangan yang juga berstatus duda/janda ataupun perjaka/gadis.

Tips kedelapan : Saat memulai ikhtiar taaruf, pastikan bahwa calon pasangan taaruf tidak mempermasalahkan status anda, apakah perjaka atau gadis, apakah duda atau janda.

9. Kriteria dari Orang Tua/Wali

Ikhtiar taaruf menuju pernikahan bukan hanya ikhtiar mencari calon pasangan, melainkan juga ikhtiar mencarikan calon menantu untuk orang tua. Yang menjadi masalah, kriteria calon menantu yang ditetapkan orang tua tak jarang berbeda dengan kriteria calon pasangan yang diinginkan si anak. Meskipun rekan yang bertaaruf merasa sudah sama-sama cocok, tak sedikit proses yang terhenti di tahap taaruf calon pasangan ke orang tua. Kasus seperti ini biasanya karena rekan tersebut belum mengondisikan orang tuanya sebelum ikhtiar taaruf.

Beberapa hal yang perlu dikondisikan ke orang tua sebelum ikhtiar taaruf di antaranya terkait ijin/restu untuk menikah dan kriteria calon menantu yang mereka inginkan. Apabila belum ada ijin/restu untuk menikah, maka ikhtiar taaruf belum saatnya dijalani. Apabila sudah ada ijin/restu untuk menikah, maka langkah selanjutnya adalah bermusyawarah untuk menemukan kesepakatan kriteria antara si anak dengan orang tua.

Tips kesembilan : Sebelum memulai taaruf, silakan tanyakan ke orang tua inginnya calon menantu seperti apa, lengkapi dengan kriteria yang anda inginkan. Pertimbangan segi agama sudah pasti menjadi urutan kriteria yang pertama, sehingga yang perlu dikomunikasikan adalah kriteria tambahannya. Pastikan kriteria tambahan apa saja yang merupakan kritera mutlak, mana yang bisa dinego. Dari informasi kriteria mutlak ini mulailah berikhtiar mencari calon pasangan. Lebih baik lagi bila orang tua dilibatkan sejak awal ikhtiar taaruf, sehingga apabila mereka keberatan dengan si calon maka proses bisa dihentikan dari awal.

Seiring berjalannya proses taaruf, ada beberapa kemungkinan tanggapan ke calon pasangan yang diikhtiarkan. Bapak cocok, ibu cocok, tetapi anda tidak cocok, lebih baik ikhtiar dengan calon lainnya. Bapak cocok, anda cocok, tetapi ibu tidak cocok, tak ada salahnya mencoba calon alternatif berikutnya.

Ibu cocok, anda cocok, tetapi bapak tidak cocok, tentunya perlu pengondisian yang lebih baik lagi untuk pilihan calon selanjutnya. Insya Allah semuanya akan cocok apabila sebelum memulai proses taaruf ada komunikasi yang baik antara anda dengan orang tua anda dalam hal kesepakatan kriteria calon pasangan. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Wallahua’lam bisshawwab.

Catatan Proses Taaruf di RumahTaaruf.com Hingga 31 Juli 2016

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Berikut ini catatan proses taaruf di RumahTaaruf.com hingga tanggal 31 Juli 2016 :  

1. Proses Ta'aruf Online : + 1200 proses
2. Proses Ta'aruf Offline : 291 proses
3. Proses Hingga Menikah : 53 pasangan

Screenshoot seputar proses taaruf yang dijalani (nama ikhwan/akhwat tidak ditampilkan terkait privasi) :

1. Catatan Proses Ta'aruf Online : 
Keterangan :  
a. Daftar nama anggota ta'aruf ikhwan memanjang ke kanan dan daftar nama anggota ta'aruf akhwat memanjang ke bawah
b. Proses ta'aruf antara ikhwan dan akhwat yang selnya bersesuaian ditandai dengan warna hitam, merah, kuning, dan hijau. 
c. Informasi warna sel (perhitungan jumlah setiap warna sel menggunakan fungsi Count Cell Color) :
Tahap review biodata
Hitam  (± 4100 sel) : pe-request biodata tidak berkenan dengan biodata yang di-request. 
Tahap taaruf online
Merah  (± 750 sel) : pe-request biodata berkenan dengan biodata yang di-request, namun rekan yang biodatanya di-request tidak berkenan dengan biodata pe-request.
- Kuning  (± 220 sel) : pe-request maupun yang di-request sama sama cocok dengan biodata masing-masing, berlanjut ke proses tanya jawab lewat email, namun tidak lanjut ke proses ta'aruf offline.
Hijau  (291
sel) : pe-request dan yang di-request lanjut sampai proses ta'aruf offline.

2. Catatan Proses Ta'aruf Offline :
Keterangan : 
a. Informasi yang ada di sheet Ta'aruf Offline ini yaitu Nama Ikhwan, Nama Akhwat, Tanggal Pertemuan Offline, Lokasi Pertemuan Offline, Pendamping Pertemuan Offline, dan Hasil Pertemuan Offline. 
b. Hasil pertemuan offline (291 pasangan) : 
- Ikhwan tidak berkenan lanjut proses : 82 proses.
- Akhwat tidak berkenan lanjut proses : 55 proses.
- Ikhwan dan akhwat tidak berkenan lanjut proses : 19 proses.
- Tidak lanjut proses di masa ta'aruf keluarga : 68 proses.
- Tahap istikharah dan masa pertimbangan : 1 proses.
- Tahap ta'aruf keluarga : 7 proses.
- Masa khitbah/telah lamaran : 3 proses.
- Telah lamaran tetapi batal menikah : 3 proses.
- Menikah : 53 pasangan. 

Update berkala catatan proses taaruf bisa dilihat di tautan ini : http://www.rumahtaaruf.com/p/catatan-proses-taaruf.html

Salam,

Maswahyu ST (Spesialis Taaruf)
Admin RumahTaaruf.com
Website : www.maswahyu.com
Twitter & Instagram : @MaswahyuST 
 

Pencarian Profil Biodata Taaruf

Gunakan fasilitas ini untuk mencari profil biodata dengan kata kunci sesuai kriteria yang diinginkan.

Artikel